Mahfud Apresiasi Langkah Kejagung Tindak Kasus Pertamina Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Mahfud MD, memberikan apresiasi atas langkah tegas yang diambil oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam mengusut tuntas kasus korupsi yang melibatkan PT Pertamina. Menurut Mahfud, langkah tersebut menunjukkan keberanian dari institusi penegak hukum yang mendapat dukungan penuh dari Presiden Republik Indonesia.
“Keberanian Kejaksaan Agung dalam menindaklanjuti kasus ini tidak akan terjadi tanpa adanya izin dari Presiden. Oleh karena itu, saya memberikan apresiasi kepada Presiden yang telah memberi ruang bagi Kejaksaan Agung untuk bekerja dengan independen,” ungkap Mahfud dalam sebuah seminar hukum yang diselenggarakan oleh Universitas Slamet Riyadi Surakarta di Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (27/2). Seminar tersebut dihadiri oleh sejumlah akademisi, mahasiswa, serta praktisi hukum.
Mahfud menegaskan bahwa apapun motif yang mendasari pengungkapan kasus korupsi ini, yang terpenting adalah tegaknya hukum. Menurutnya, pengungkapan kasus ini adalah langkah awal dari serangkaian tindakan yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk memberantas praktik korupsi di Indonesia. “Ini adalah langkah awal yang perlu dilanjutkan. Kami menunggu langkah selanjutnya dari Presiden untuk memastikan bahwa kasus ini tidak berhenti hanya pada titik ini,” kata Mahfud dengan penuh harapan.
Mahfud Apresiasi Langkah Kejagung Kasus Pertamina
Lebih lanjut, Mahfud meminta agar masyarakat tidak mudah berprasangka buruk terhadap pemerintah, karena pengungkapan kasus korupsi ini justru menjadi bukti bahwa pemerintah bekerja dengan serius dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi. “Sebagian masyarakat mungkin cenderung berpikir negatif tentang kinerja pemerintah. Namun, pengungkapan kasus ini menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk membersihkan instansi negara dari praktik korupsi,” jelasnya.
Selain itu, Mahfud juga memberikan penghargaan atas keberhasilan Kejaksaan Agung dalam menangani sejumlah kasus besar lainnya, yang antara lain melibatkan pejabat penting seperti Dirjen di Kementerian Keuangan dan sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ia menilai bahwa langkah-langkah tersebut menunjukkan keseriusan Kejaksaan Agung dalam memberantas korupsi yang melibatkan aktor-aktor besar dengan kekuatan jaringan yang cukup besar.
“Kejaksaan Agung tidak hanya berhenti pada satu kasus. Mereka telah berhasil menangkap Dirjen di Kementerian Keuangan, serta memasuki sektor ESDM dan berbagai sektor lainnya. Ini merupakan prestasi yang sangat patut dihargai,” kata Mahfud dengan tegas.
Dalam kesempatan yang sama, Mahfud juga mengungkapkan harapannya agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia dapat bersinergi dengan Kejaksaan Agung dalam pemberantasan korupsi. Ia menegaskan pentingnya kerjasama antara lembaga-lembaga tersebut untuk menciptakan sinergi yang efektif dalam mengungkapkan berbagai kasus korupsi yang ada di tanah air.
“Saya berharap KPK dan Kepolisian dapat bekerja bersama-sama dengan Kejaksaan Agung, bukan untuk bersaing atau berebutan kasus, tetapi untuk saling bersinergi dalam memberantas korupsi. Semua lembaga tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk memberantas korupsi dan memastikan negara ini bebas dari praktik-praktik yang merugikan masyarakat,” ujar Mahfud.
Lebih jauh, Mahfud mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung yang kini semakin cepat dan aspiratif dalam menangani kasus-kasus besar, termasuk kasus korupsi di Pertamina yang melibatkan mafia besar yang sudah beroperasi puluhan tahun lamanya. Menurutnya, Kejaksaan Agung telah menunjukkan keberanian luar biasa dalam menindak institusi besar seperti Pertamina, yang selama ini dikenal memiliki jaringan yang kuat dan sulit ditembus.
Kasus Kopursi Pertamina
“Langkah Kejaksaan Agung dalam menindak sebuah institusi sebesar Pertamina, yang selama ini memiliki pengaruh besar dan mafia yang telah beroperasi bertahun-tahun, adalah langkah yang luar biasa. Mereka kini mulai bergerak dengan lebih cepat dan aspiratif,” ujarnya.
Mahfud juga menekankan bahwa meskipun ada berbagai isu yang beredar mengenai kemungkinan pergantian pemain di balik pengungkapan kasus ini, hal tersebut tidak seharusnya menjadi fokus utama. “Mau ada pergantian pemain atau tidak, itu bukan hal yang utama. Yang penting adalah bahwa korupsi harus diungkap dan para pelaku harus dihukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ini adalah langkah yang sangat positif,” tegas Mahfud.