Pembunuhan Terhadap Jurnalis Kalsel

Pembunuhan Terhadap Jurnalis Kalsel Mengarah Oleh Oknum TNI

Pembunuhan Terhadap Jurnalis Kalsel Mengarah Oleh Oknum TNI mengungkapkan bahwa kematian korban bernama Juwita (23) diduga kuat mengarah pada tindak pidana pembunuhan berencana. Terduga pelaku merupakan seorang anggota TNI Angkatan Laut berpangkat kelasi satu dengan inisial J, yang bertugas di Lanal Balikpapan.

Menurut keterangan Muhamad Pazri, kuasa hukum keluarga korban, pihaknya telah memberikan keterangan secara lengkap kepada penyidik Detasemen Polisi Militer Angkatan Laut (Denpom AL) Banjarmasin.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mengawal proses hukum agar berjalan dengan baik dan transparan. “Kami telah memberikan pernyataan secara terperinci kepada penyidik terkait kasus ini, dan kami bersama-sama akan terus memantau perkembangan kasus ini,” ujar Pazri, Sabtu (28/3).

Pazri menegaskan bahwa berdasarkan bukti awal yang ditemukan, terdapat indikasi kuat bahwa perbuatan tersebut merupakan pembunuhan berencana. Ia juga mengapresiasi penyidik Denpom AL Banjarmasin yang telah menunjukkan keterbukaan dalam menangani kasus ini. Menurutnya, ada kesamaan pandangan antara pihaknya dan penyidik bahwa bukti-bukti yang ada mengarah pada dugaan pembunuhan berencana oleh pelaku.

Pembunuhan Terhadap Jurnalis Kalsel

Kasus Pembunuhan Jurnalis di Kalsel: Keluarga Tuntut Pelaku Dihukum Berat - Suara Surabaya

Lebih lanjut, Pazri mengungkapkan bahwa pengakuan pelaku yang mengeksekusi korban di dalam mobil semakin memperkuat dugaan tersebut. “Kami merasa cukup puas dengan penyidik terkait pasal yang diterapkan kepada terduga pelaku, karena ada kesesuaian dengan bukti yang kami kumpulkan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihak keluarga korban tetap meyakini bahwa kasus ini merupakan pembunuhan berencana. Berdasarkan temuan sementara, bukti-bukti yang ada semakin menguatkan dugaan tersebut. Motif pembunuhan sendiri masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak Denpom AL Banjarmasin. Pihaknya berharap agar penyidik dapat segera mengungkap motif tersebut secara terang benderang.

Pazri juga menyampaikan apresiasi kepada penyidik yang bekerja secara profesional dan transparan dalam menangani perkara ini. Ia berharap agar proses hukum berjalan adil dan oknum TNI AL yang terlibat dapat menerima hukuman setimpal. Pihak keluarga korban telah menyerahkan sejumlah dokumen dan bukti tambahan kepada penyidik agar dapat diproses secara cepat dan tepat.

Mengenai adanya kemungkinan pelaku memiliki rekan yang terlibat, Pazri mengaku hingga saat ini belum ada bukti yang menguatkan dugaan tersebut. Berdasarkan bukti awal, pelaku diduga bertindak sendiri.

“Berdasarkan data sementara, pelaku menyewa kendaraan sebagai sarana untuk mengeksekusi korban dan bahkan membeli tiket pesawat dari Balikpapan ke Banjarbaru menggunakan KTP milik orang lain. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa pelaku telah merencanakan tindakannya secara matang,” ungkap Pazri.

Proses pemindahan pelaku dari Kalimantan Timur menuju Denpom AL Banjarmasin telah dilaksanakan pada Jumat malam (28/3). Pihak Denpom AL Banjarmasin saat ini tengah mengumpulkan berbagai bukti tambahan guna melanjutkan proses hukum.

Akhirnya Ngaku, J Oknum TNI AL Diduga Sudah Berencana Bunuh Jurnalis Juwita - TribunNews.com

mengarah pembunuhan berencana

Pada Sabtu pagi, perwakilan TNI AL juga mendatangi rumah duka di Banjarbaru untuk menyampaikan belasungkawa serta berziarah ke makam korban. Juwita, seorang jurnalis muda yang aktif bekerja di media daring lokal, ditemukan tidak bernyawa di kawasan Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, pada 22 Maret 2025. Jenazahnya ditemukan di tepi jalan bersama sepeda motor miliknya, memunculkan dugaan awal sebagai korban kecelakaan tunggal.

Namun, warga yang pertama kali menemukan jasad korban tidak melihat tanda-tanda kecelakaan lalu lintas. Di leher korban terdapat luka lebam, sementara ponselnya tidak ditemukan di lokasi. Kerabat korban juga menyatakan bahwa hilangnya ponsel tersebut menambah kecurigaan adanya tindak kriminal.

Juwita diketahui merupakan jurnalis muda yang aktif melakukan liputan di Banjarbaru dan Banjar, serta terdaftar sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan dengan status wartawan muda bersertifikasi uji kompetensi wartawan (UKW).

Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung. Hasil autopsi terhadap jenazah korban akan diumumkan oleh penyidik dalam waktu dekat. Pihak keluarga dan kuasa hukum berharap agar kasus ini dapat segera terungkap secara tuntas dan pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya.

Baca Juga : Layanan Keimigrasian Tutup Sementara Selama Hari Libur Idul Fitri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

saya bukan robot *Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.

Back To Top