Lokasi Awal Kebakaran Korea

Lokasi Awal Kebakaran Korea Selatan Telah Diatasi Hampir 10 Hari

Lokasi Awal Kebakaran Korea Selatan Telah Diatasi Hampir 10 Hari yang bermula dari Kabupaten Sancheong dan menyebar ke wilayah sekitar di Provinsi Gyeongsang Selatan, akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya pada Minggu (30/3/2025). Pihak berwenang menyatakan bahwa api utama dapat dikendalikan pada pukul 13.00 waktu setempat (11.00 WIB), hampir sepuluh hari setelah kebakaran pertama kali terjadi pada 21 Maret.

Menurut keterangan dari pejabat kehutanan, kebakaran hutan tersebut telah menghanguskan sekitar 1.858 hektare lahan hutan, yang setara dengan luas sekitar 2.600 lapangan sepak bola. Kebakaran tersebut menimbulkan kerusakan besar, tidak hanya terhadap vegetasi tetapi juga terhadap kehidupan manusia. Tercatat sedikitnya 30 orang meninggal dunia akibat kebakaran tersebut, termasuk 26 korban jiwa yang dilaporkan di Provinsi Gyeongsang Utara.

Untuk membantu memadamkan api yang masih tersisa serta memberikan bantuan medis dan logistik, pihak militer mengerahkan 600 tentara dan 49 helikopter pada Minggu. Upaya pemadaman juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk petugas pemadam kebakaran dan sukarelawan.

Lokasi Awal Kebakaran Korea Selatan Telah 10 Hari

Lokasi awal kebakaran Korsel berhasil diatasi setelah hampir 10 hari

Di tengah upaya pemadaman tersebut, pihak kepolisian telah menahan seorang pria berusia 56 tahun yang diduga menjadi penyebab kebakaran hutan besar tersebut. Menurut informasi yang dihimpun, pria tersebut diduga memicu kebakaran pada 22 Maret sekitar pukul 11.25 saat melakukan upacara penghormatan leluhur di sebuah makam keluarga yang berada di bukit di Kabupaten Uiseong, Provinsi Gyeongsang Utara.

Akibat tindakan tersebut, api dengan cepat menyebar ke beberapa wilayah, termasuk Andong, Cheongsong, Yeongyang, dan Yeongdeok. Penyebaran api semakin parah akibat tiupan angin kencang dan kondisi cuaca yang kering. Kebakaran ini juga menghancurkan sekitar 4.000 bangunan, di antaranya Kuil Goun—salah satu situs Warisan Dunia UNESCO—serta sejumlah rumah, pabrik, dan fasilitas publik lainnya.

Meski demikian, tersangka membantah tuduhan tersebut. Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dari dugaan tersebut. Dinas Kehutanan Korea sebelumnya mengumumkan bahwa kebakaran hutan di Provinsi Gyeongsang Utara telah sepenuhnya terkendali pada Jumat pukul 17.00 waktu setempat. Namun, kebakaran kembali menyala pada Sabtu malam, sehingga upaya pemadaman dilanjutkan pada keesokan harinya.

Kebakaran hutan ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah Korea Selatan, dengan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 48.000 hektare atau sekitar 80 persen dari luas kota Seoul. Kebakaran yang bermula di Kabupaten Sancheong ini juga menyebar hingga Taman Nasional Gunung Jiri, sebelum akhirnya berhasil dikendalikan pada Minggu.

Pihak berwenang terus memantau lokasi kebakaran, khususnya di area sepanjang 200 meter yang masih mengeluarkan asap di pinggiran taman. Untuk memadamkan sisa api tersebut, otoritas mengerahkan 50 helikopter, 1.473 personel, dan 213 kendaraan sejak dini hari. Hingga pukul 08.00 waktu setempat, sekitar 99 persen api telah berhasil dikendalikan.

18 maut, kebakaran hutan di Korea Selatan

Telah Diatasi Hampir 10 Hari

Dalam upaya penanganan kebakaran hutan ini, pihak kepolisian berencana melakukan penyelidikan lebih lanjut pada minggu depan. Penyelidikan akan melibatkan Institut Ilmu Kehutanan Nasional, Layanan Forensik Nasional, serta otoritas pemadam kebakaran. Fokus utama penyelidikan adalah mengungkap penyebab pasti dari kebakaran serta mengevaluasi prosedur mitigasi bencana.

Otoritas Korea Selatan menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran hutan di masa depan. Langkah-langkah strategis akan disiapkan guna memitigasi risiko kebakaran, terutama di kawasan yang rawan terjadi kebakaran akibat faktor cuaca ekstrem.

Para pakar lingkungan menilai bahwa perubahan iklim dapat memperburuk intensitas kebakaran hutan di berbagai wilayah, termasuk Korea Selatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan serta mengurangi aktivitas yang berisiko memicu kebakaran.

Kebakaran hutan di Gyeongsang Selatan ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk lebih waspada dan meningkatkan tindakan pencegahan. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat edukasi masyarakat terkait bahaya kebakaran hutan dan langkah-langkah antisipatif.

Dengan upaya pemadaman yang masif dan terkoordinasi, kini situasi di kawasan terdampak mulai berangsur normal. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan potensi kebakaran sekecil apa pun kepada pihak berwenang agar dapat segera ditangani.

Baca Juga : Qatar Kutuk Kebijakan Israel & Gusur Warga Palestina Dari Gaza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

saya bukan robot *Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.

Back To Top